Minggu, 04 Juni 2017

Persekusi Remaja di Cipinang Perintah Pimpinan Ormas?


Kepala Sub Direktorat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah memburu kelima terduga pelaku lain persekusi di Cipinang, Jakarta Timur.

Dia menuturkan, kelima pelaku yang diburu diduga memiliki peran yang tidak kalah penting atas peristiwa persekusi yang menimpa remaja M. Tapi Hendy masih enggan mengungkap soal peranan penting kelimanya. Termasuk soal dugaan bahwa kelima pelaku adalah yang mengumpulkan atau mengkoordinir masa saat itu. Agen Judi Online

"Soal peran apa atau siapa apakah yang waktu itu mengkoordinir ini masih kita dalami. Kita dalami pemeriksaan. Nanti, sabar dulu. Doakan biar ketangkap dulu nanti bisa diungkap," kata Hendy saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (3/6/2017).

Dia melanjutkan, saat ini sudah ada 8 saksi yang diperiksa dan 2 orang ditahan lantaran sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari keterangan saksi-saksi, sambung Hendy, pihaknya juga akan mendalami dugaan soal tindakan persekusi terhadap remaja M dan Ibunya atas perintah pimpinan Ormas.

"Apakah ada instruksi dari atas, dari ormas, atau berdiri sendiri. Semua asumsi-asumsi penyidik, pasti kita bangun. Sekarang kita lagi berupaya pembuktian. Ini kita dalami semua," jelas dia.

Dua orang pelaku yang ditahan adalah  Abdul Mujid dan Matsunin. Mereka resmi ditahan Jumat (2/6) semalam. Dimana salah satu dari pelaku mengaku sebagai anggota Ormas Islam FPI.

Selain mendapat kekerasan secara verbal, remaja berusia 15 tahun itu juga mendapat kekerasan fisik. M dipaksa meminta maaf dan mengakui perbuatannya lantaran dituduh telah mengolok-olok salah satu ormas keagamaan beserta pimpinannya melalui postingan media sosial. Bahkan, M diancam akan dilukai jika mengulangi perbuatan serupa. Bandar Judi Online

Para pelaku persekusi dapat dikenakan Pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 76c UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.